Konseling Sekolah Abad 21
Fondasi, Evolusi, dan Tantangan Profesi
Harga: Rp. 75.000,00
Judul Buku: Konseling Sekolah Abad 21
Fondasi, Evolusi, dan Tantangan Profesi
Penulis:
Arga Satrio Prabowo, M.Pd
Jamilah Aini Nasution, M.Pd.
Prof. Dr. Budi Astuti, M.Pd
Desain Cover:
Budiyana
Penerbit: Cerdas Akademika Nusantara
Tahun Terbit: 2025
Jumlah Halaman: viii + 148 hlm
Ukuran Buku: A5
Jenis Kertas: BP 72gr
Jenis Cover: Glossy Press
ISBN: Dalam Proses
Deskripsi / Sinopsis:
Buku ini menyajikan gambaran komprehensif mengenai profesi konseling sekolah dalam perspektif historis, teoritis, hingga tantangan kontemporer abad ke-21. Mulai dari fondasi profesi, perjalanan sejarah, pembentukan identitas profesional, hingga transformasi peran konselor di tengah sistem pendidikan modern yang dinamis.
Pembahasan dibuka dengan pemahaman mendasar mengenai konseling sebagai profesi yang berkembang dari praktik pemberian nasihat sederhana menjadi layanan profesional berbasis ilmu psikologi, perkembangan manusia, dan advokasi sosial. Buku ini menjelaskan bagaimana konseling sekolah berevolusi sejak gerakan bimbingan vokasional di Amerika Serikat hingga menjadi komponen strategis dalam sistem pendidikan global.
Perjalanan profesi diuraikan melalui perkembangan di AS, pengaruh Perang Dunia, legislasi seperti NDEA, hingga keluarnya ASCA National Model yang mengubah wajah layanan konseling modern. Di sisi lain, berkembangnya konseling di Indonesia ditampilkan melalui tonggak sejarah mulai dari masa IKIP, PPSP, kurikulum 1975, pembentukan IPBI/ABKIN, hingga penguatan profesi melalui regulasi nasional.
Selain sejarah, buku ini mengulas pembentukan identitas dan profesionalisme konselor sekolah: etika profesi, standar kompetensi, sertifikasi, hingga pentingnya kolaborasi dengan guru, orang tua, dan masyarakat. Penulis menekankan bahwa konselor sekolah masa kini bukan hanya fasilitator perkembangan siswa, tetapi juga pemimpin, advokat kebijakan, dan agen perubahan sosial.
Transformasi peran konselor di era multikultural dan digital dibahas secara mendalam, bagaimana konselor harus bergeser dari layanan remedial menuju pendekatan komprehensif, proaktif, berbasis data, inklusif, dan peka terhadap keberagaman siswa. Aspek kepemimpinan dan advokasi juga ditekankan, termasuk model advokasi profesional untuk memperkuat posisi konselor di sekolah.
Bab terakhir mengupas isu sensitif terkait etika dan hukum, mulai dari hak siswa, hak orang tua, hingga tanggung jawab konselor dalam menjaga kerahasiaan, akuntabilitas, dan profesionalitas dalam setiap tindakan.
Secara keseluruhan, buku ini menjadi rujukan penting bagi konselor sekolah, mahasiswa BK, para pendidik, dan pemangku kebijakan pendidikan yang ingin memahami arah profesi konseling sekolah di era modern, sebuah profesi yang semakin kompleks, strategis, dan krusial dalam membangun lingkungan pendidikan yang sehat, inklusif, dan berkeadilan.


